(PEMBAHASAN
TENTANG MINYAK)
MINYAK KELAPA
Minyak kelapa diperoleh dari buah tanaman kelapa atau cocos nucifera L yaitu pada bagian ini biah kelapa (kernel atau endospermii). Tanaman kelapa ini memiliki :
- Famili : Palmae
- Genus : Cocos
Inti buah tanaman kelapa ini
memiliki kandungan minyak kelapa sebanyak 34% dengan kelembaban 6-8%. Kandungan
asam lemak minyak kelapa yang paling banyak adalah asam laurat C11H23COOH
(Asam lemak jenuh / saturated fatty acid
Minyak kelapa diperoleh dari buah tanaman kelapa atau cocos nucifera L yaitu
pada bagian ini biah kelapa (kernel atau endospermii). Tanaman
kelapa ini memiliki :
- Famili : Palmae
- Genus : Cocos
Inti buah tanaman kelapa ini
memiliki kandungan minyak kelapa sebanyak 34% dengan kelembaban 6-8%. Kandungan
asam lemak minyak kelapa yang paling banyak adalah asam laurat C11H23COOH
(Asam lemak jenuh / saturated fatty acid).
Pada pembuatan minyak kelapa yang
menjadi bahan baku utamanya adalah daging kelapanya. Minyak kelapa berdasarkan
kandungan asam lemak digolongkan ke dalam minyak asam laurat, karena kandungan
asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya.
berdasarkan tingkat ketidakjenuhannya yang dinyatakan dengan bilangan iod (iodine
value), maka minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam golongan non drying
oils, karena bilangan iod minyak tersebut berkisar antara 7,5-10,5.
Minyak kelapa yang belum dimurnikan
mengandung sejumlah kecil komponen bukan minyak, misalnya fosfatida, gum sterol
(0,06-0,08%), tokoferol (0,003) dan asam lemak bebas (kurang dari 5%),
sterol yang terdapat di dalam minyak nabati disebut phitosterol dan mempunyai
dua isomer, yaitu beta sitoterol (C29H50O) dan
stignasterol (C29H48O). Sterol bersifat tidak berwarna,
tidak berbau, stabil dan berfungsi sebagai stabiliuzer dalam
minyak. Tokoferol mempunyai tiga isomer, yaitu alfa tokoferol, beta tokoferol
dan gamma tokoferol. Persenyawaan tokoferol bersifat tidak dapat disabunkan,
dan berfungsi sebagai anti oksidan.
Warna coklat pada minyak yang
mengandung protein dan karbohidrat bukan disebabkan oleh zat warna alamiah,
tetapi oleh reaksi browning. warna ini merupakan hasil reaksi dari
senyawa karbonil (berasal dari pemecahan peroksida) dengan asam amino dari
protein, dan terjadi terutama pada suhu tinggi. Wrna pada minyak kelapa
disebabkan oleh zat warna dan kotoran-kotoran lainnya.
Zat warna alamiah yang terdapat pada
minyak kelapa adalah karoten yang merupakan hidrokarbon tidak jenuh dan tidak
stabil pada suhu tinggi. pada pengolahan minyak menggunakan uap panas maka
warna kuning yang disebabkan oleh karoten akan mengalami degradasi.
Daging buah kelapa dapat diolah
menjadi santan (juice extract). Santan kelapa ini dapat dijadikan bahan
pengganti susu atau dijadikan minyak.
Komposisi asam lemak minyak kelapa
- Asam lemak jenuh
- Asam kaproat
Rumus kimia : C5H11COOH
Jumlah : 0,0-0,8%
- Asam kaprilat
Rumus kimia : C7H15COOH
Jumlah : 5,5,-9,5%
- Asam kaprat
Rumus kimia : C9H19COOH
Jumlah : 4.5-9,5%
- Asam laurat
Rumus kimia : C11H23COOH

Jumlah : 44-52%
- Asam miristat
Rumus kimia : C13H27COOH

Jumlah : 13,2-19%
- Asam palmitat
Rumus kimia : C15H31COOH

Jumlah : 7,5-10%
- Asam stearat
Rumus kimia : C17H35COOH
- Asam stearat
Rumus kimia : C17H35COOH

Jumlah : 1-3%
- Asam lemak tak jenuh
- Asam palmitoleat
Rumus kimia : C15H29COOH
Jumlah : 0-1,3%
- Asam oleat
Rumus kimia : C17H33COOH
Rumus kimia : C15H29COOH
Jumlah : 0-1,3%
- Asam oleat
Rumus kimia : C17H33COOH
Jumlah : 5-8%- Asam linoleat
Rumus kimia : C17H31COOH
Jumlah : 1,5-2,5%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar